26 Perusahaan di Kota Palembang Raih Award

26 Perusahaan di Kota Palembang Raih Award

20140316211807plm2

 

PALEMBANG – MarkPlus Insight kembali memberikan penghargaan MarkPlus WOW Service Excellence Award (SEA) 2014 kepada perusahaan (brand) di daerah yang memiliki kualitas layanan terbaik. Pemberian award ini yang kedua dan diselenggarakan di 17 kota. Sebelumnya, pada 2013 lalu MarkPlus juga memberikan penghargaan SEA di 16 kota.

Dari sembilan kategori penerima penghargaan, ada 26 perusahaan yang meraih award di Hotel Arista, kemarin (13/3).Untuk The Best of WOW Service Excellence Champion setiap kategori, yakni conventional banking (asset > Rp 150 triliun) dimenangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Selanjutnya kategori conventional banking (asset < Rp150 triliun) diraih PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel. Lalu kategori islamic banking diraih PT Bank Syariah Mandiri, motorcycle financing PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, car dealer & service center Toyota Auto 2000. Sedangkan kategori motorcycle dealer & service center diraih PT Thamrin Brother-Yamaha, cellular operator PT Telekomunikasi Selular Indonesia Tbk (Telkomsel), general hospital (> 200 beds) RS RK Charitas dan < 200 beds RS Pusri.

Chief Executive MarkPlus Insight Farid Subkhan mengatakan, award ini diberikan berdasarkan hasil survei lembaga survei terkemuka MarkPlus Insight terhadap seribu responden di masing-masing kota dengan menggunakan teknik sampling, baik multi-stage ramdom sampling (claster samping) dan sebagian booster sampling. “Survey kami mulai Februari-Maret 2014 dengan confidence level 95 persen serta margin error 3 persen,” tegasnya. “Tahun ke enam pemberian penghargaan dilakukan penyempurnaan metode indeks yang disebut servis excellence index,” cetusya.

Sebelumnya servis excellence indeks diukur hanya menggunakan dimensi yang fokus hanya pada layanan saja. Kini pengukuran melibatkan nilai advokasi terhadap pelayanan di servise center atau gerai. Menurutnya, sudah waktunya meregenerasi pelayanan pelanggan dengan WOW. Dulu perusahaan hanya perlu mengukur apakah pelanggan puas atau tidak. Tapi pada kenyataannya tingkat kepuasan pelanggan tidak berbanding lurus dengan tingkat loyalitas.

“Makanya yang diukur kali ini tingkat pelayanan sebuah merek berbasis touch point berbanding tingkat pelayanan industri sejenis atau disebut servis amplifier, dan melihat dampaknya terhadap barand advocacy yang dilakukan pelanggan. Artinya, sebuah brand berhasil dalam pelayanan jika kuliatas layanan prima dikonversi menjadi advocator sebuah merek,” terang dia.

Dijelaskan Farid, penilaian yang dilakukan MarkPlus ini bisa dijadikan bahan evaluasi mengenai kualitas produk barang dan jasa, tolak ukur untuk memahami kondisi loyalitas pelanggan, identifikasi awal potensi pasar dilihat dari indeks advokasi serta bahan bechmaking kualitas dibadingkan kompetitor. “Ajang ini juga sebagai upaya membantu para local champion di Kota Palembang dan sekitarnya dalam marketing brand-nya kelingkup yang lebih luas,” katanya.

Oleh : Windy Siska
Sumber : www.sumeks.co.id

No Comments

Post A Comment